Dosen dan Mahasiswa STIE Ganesha Terjun Langsung Susuri Sungai Ciputat, Wujudkan Pengabdian Nyata untuk Solusi Banjir Tangsel

 

TANGERANG SELATAN, POSTKOTA – Puluhan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan STIE Ganesha mengambil peran aktif dalam kegiatan Susur Sungai Ciputat Tahap I yang digelar Forum Peduli Sungai Ciputat pada Minggu (31/5/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat dalam upaya mengidentifikasi akar persoalan banjir yang selama ini menjadi keresahan warga di wilayah Ciputat dan Ciputat Timur.

Keterlibatan STIE Ganesha terlihat melalui partisipasi 16 dosen dan staf LPPM, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Wanatel. Mereka bergabung bersama lebih dari 210 peserta lintas komunitas, relawan, unsur pemerintah, dan masyarakat dalam pemantauan langsung kondisi Sungai Ciputat dari kawasan Universitas Terbuka hingga Graha Hijau.

Kegiatan ini berangkat dari meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap banjir yang berulang di sejumlah kawasan permukiman seperti Perumahan Payung Mas, Asrama Polisi Udara, Pondok Hijau, dan Inhutani. Tidak sedikit warga yang mempertanyakan penyebab utama banjir yang kini bahkan dapat terjadi saat hujan dengan intensitas sedang.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Forum Peduli Sungai Ciputat menginisiasi kegiatan pemetaan lapangan melalui susur sungai guna memperoleh data faktual mengenai kondisi aliran sungai, tata ruang, perilaku masyarakat, hingga berbagai hambatan yang berpotensi memicu banjir.

Dalam kegiatan tersebut, STIE Ganesha mengirimkan tim yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Para dosen yang terlibat antara lain Aep Saefullah, Zulkifli Zainuddin, Ujang Kusnaedi, Asep Surya Lesmana, Moh. Tahang, Fuad Gagarin Siregar, Patria Adiguna, M. Arief Noor, Nurhayati, Rasmawati A.R., Sutariyono, Adi Wicaksono, Fisy Amalia, Tuti Herawati, Sukardi, serta Ayang Jeputera dari LPPM.

Sementara dari unsur mahasiswa, keterlibatan aktif datang dari UKM Mapala Wanatel dan BEM STIE Ganesha yang turut melakukan observasi lapangan, pendataan kondisi lingkungan, dokumentasi kegiatan, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat yang terdampak banjir.

Para peserta dibagi ke dalam sejumlah tim yang bergerak serentak sejak pukul 08.30 WIB untuk melakukan pemantauan kondisi sungai dan asesmen sosial di lingkungan warga.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIE Ganesha, Aep Saefullah, S.HI., M.M., menjelaskan bahwa keterlibatan sivitas akademika dalam kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi pusat pembelajaran di ruang kelas. Kehadiran dosen dan mahasiswa di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab akademik sekaligus sosial untuk memahami persoalan masyarakat secara langsung. Melalui kegiatan ini, kami memperoleh data empiris yang sangat berharga dan diharapkan dapat berkontribusi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan penanganan banjir yang lebih komprehensif di Tangerang Selatan," ujar Aep Saefullah.

Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, masyarakat, komunitas lingkungan, dan pemerintah merupakan model pengabdian yang perlu terus diperkuat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan perkotaan.

Partisipasi mahasiswa juga mendapat sorotan melalui keterlibatan anggota UKM Mapala Wanatel yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan kepedulian lingkungan.

Salah satu peserta dari Mapala Wanatel, Nelli Husna, mengungkapkan bahwa kegiatan susur sungai memberikan pengalaman lapangan yang tidak dapat diperoleh hanya melalui teori di dalam kelas.

"Kami melihat secara langsung kondisi sungai, tumpukan sampah, penyempitan aliran, hingga berbagai persoalan lingkungan yang selama ini hanya kami dengar dari pemberitaan. Kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan keterlibatan semua pihak," kata Nelli.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam aksi nyata seperti ini dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi risiko bencana.

Sementara itu, Ketua BEM STIE Ganesha, Yasir Rumuar, menilai kegiatan Susur Sungai Ciputat menjadi momentum penting untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

"Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan nyata. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya membantu proses identifikasi masalah, tetapi juga belajar memahami kondisi sosial dan lingkungan secara langsung. Harapannya, hasil kegiatan ini dapat mendorong langkah-langkah konkret yang mampu mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas lingkungan di Tangerang Selatan," ujarnya.

Yasir menambahkan bahwa BEM STIE Ganesha akan terus mendukung kegiatan pengabdian masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh tim berhasil mengumpulkan berbagai temuan lapangan berupa dokumentasi foto, video, koordinat GPS, dan informasi dari masyarakat. Data tersebut saat ini sedang dianalisis untuk dikelompokkan berdasarkan jenis, lokasi, dan tingkat urgensi permasalahan.

Hasil kajian tersebut nantinya akan disusun dalam laporan terbuka yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan, DPRD, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan penanganan banjir dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Kehadiran dosen dan mahasiswa STIE Ganesha dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga menjadi mitra strategis masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi lingkungan perkotaan saat ini.(*)

0/Post a Comment/Comments

Dilihat :