Kegiatan yang digelar di Aula SMK Kihajar Dewantara Ponorogo tersebut diikuti seluruh wali murid. Forum ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam membangun career ecosystem yang melibatkan sekolah, keluarga, dan dunia industri agar siswa memiliki arah karier yang jelas sejak dini.
Tiga mitra yang hadir yakni PT INDOPSIKO Indonesia, PT Alimah CCUK (Citra Cendekia Utama Karir) Ponorogo, dan LPK INTRA GAKKOU Madiun. Ketiganya selama ini menjadi strategic partner sekolah dalam pengembangan kompetensi, pelatihan, rekrutmen, hingga penempatan kerja bagi lulusan, baik di dalam maupun luar negeri.
Kepala SMK Kihajar Dewantara Ponorogo, Umi Mukhoyaroh, S.Pd., mengatakan, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan gambaran nyata kepada para orang tua mengenai berbagai jalur masa depan yang dapat ditempuh siswa setelah menyelesaikan pendidikan.
"Orang tua perlu mengetahui bahwa peluang lulusan SMK saat ini semakin terbuka. Anak-anak dapat memilih melanjutkan pendidikan atau langsung memasuki dunia kerja sesuai kompetensi yang dimiliki. Dukungan keluarga menjadi key factor dalam menentukan keberhasilan mereka," ujar Umi.
Menurutnya, seluruh program sekolah disusun berdasarkan sistem pendidikan nasional dengan pendekatan yang selaras terhadap kebutuhan industri. Karena itu, penguatan kompetensi teknis terus diimbangi dengan pembentukan karakter agar lulusan memiliki daya saing sekaligus etika kerja yang baik.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Pesantren Kilat bagi siswa kelas X selama sepekan bekerja sama dengan pondok pesantren. Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter untuk membentuk lulusan yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki integritas.
"Kami ingin menghasilkan lulusan yang bukan hanya job ready, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sehingga mampu menjaga kepercayaan perusahaan dan membawa nama baik sekolah di mana pun mereka berkarya," katanya.
Umi menambahkan, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan dunia industri merupakan fondasi penting dalam membangun lulusan yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan pasar kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Pimpinan PT Alimah CCUK Ponorogo, Alimah, mengatakan kerja sama dengan SMK Kihajar Dewantara menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja global.
Ia menjelaskan, perusahaan membuka peluang penempatan tenaga kerja ke Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia dengan sistem pendampingan yang menyeluruh, mulai dari tahap persiapan, keberangkatan, masa bekerja hingga peserta kembali ke Indonesia.
"Kami memastikan peserta mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan. Dengan begitu mereka dapat bekerja dengan aman, nyaman, dan lebih percaya diri selama menjalani kontrak kerja," ungkapnya.
Dalam sesi pemaparan, Marji dari PT INDOPSIKO Indonesia menjelaskan proses rekrutmen tenaga kerja menuju industri otomotif, termasuk tahapan seleksi untuk PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Sementara Alimah memaparkan mekanisme penempatan tenaga kerja ke luar negeri, sedangkan Wibi dari LPK INTRA GAKKOU Madiun memperkenalkan program pelatihan sebagai career preparation bagi calon tenaga kerja yang akan berkarier di perusahaan-perusahaan Jepang.
Sebagai penutup, SMK Kihajar Dewantara Ponorogo bersama ketiga mitra menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah memperkuat program link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas peluang kerja lulusan sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang semakin kompetitif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pasar kerja global.(*)



Posting Komentar